Tanggul Darurat Rapuh, Longsor Intai Jalan Lingkar Salatiga

SALATIGA, KOMPAS.com – Warga Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga diharap waspada dengan ancaman bencana tanah longsor. Penyebabnya, ada beberapa titik rawan longsor seiring turunnya hujan beberapa hari belakangan ini. Lurah Kumpulrejo, Eska Bayu Sukmawan, mengatakan ancaman titik longsor terparah ada di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) dan jalan penghubung lingkungan Promasan dan Randures. “Untuk yang titik rawan longsor di JLS beberapa waktu lalu juga longsor, sudah dibangun penahan dan tanggul darurat,” jelasnya, Senin (20/1/2020). Baca juga: Ini 5 Faktor yang Sebabkan Longsor di Sukajaya Bogor Menurut PVMBG Meski sudah ada penahan tapi kerawanan tetap tinggi. Sebabnya, penahan tersebut hanya berukuran dua meter sementara tebingnya mencapai 25 meter. “Kalau ada longsor, pasti materialnya melompat sampai di jalan utama JLS yang menghubungkan Semarang-Solo, dulu itu ada batu besar yang menutup jalan,” paparnya. Sementara tanggul darurat terbuat dari bambu dan saat ini kondisinya sudah rusak karena termakan usia. Baca juga: Usai Tinjau Longsor, Wakapolri Pastikan Tindak Tambang Ilegal di Bogor “JLS ini jalan utama, dan titik rawan longsor tersebut pas putaran kendaraan yang akan ke arah Kopeng atau Magelang, kalau akhir pekan selalu padat kendaraan,” kata Bayu.

Continue reading “Tanggul Darurat Rapuh, Longsor Intai Jalan Lingkar Salatiga”

PEMUDA MODAL BESAR MEMAJUKAN BANGSA

Pemuda menjadi salah satu kunci terlahirnya negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan di atas kemajemukan bangsa Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dari peristiwa sejarah Indonesia yang memberikan gambaran tentang vitalnya peran pemuda yaitu peristiwa sejarah Deklarasi Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi kunci terbentuknya kekuatan pemuda untuk bersatu melawan penjajahan kolonial Belanda. Dalam deklarasi ini tercapai kesepakatan pemuda Indonesia sebagai pemuda yang bertumpah darah satu, yaitu tanah air Indonesia, sebagai pemuda yang berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu, bahasa Indonesia.

Bahkan Presiden Pertama RI yaitu Ir. Soekarno mengatakan Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku goncangkan dunia, hal tersebut menjadi sebuah cambuk bahwa pemuda menjadi kunci utama dalam perjuangan ke arah perbaikan negara Indonesia yang sejatera. #Maju Terus Karangtaruna Kumpulrejo untuk mewujudkan Kumpulrejo Jaya.# Kegiatan Karangtaruna diawal Tahun 2020

Sholat Jumat bersama Kapolres dan Danramil di Randuares

Pada Hari Jumat Pertama di Tahun ini yaitu 03/01/2020, Kelurahan Kumpulrejo, khusunya wilayah Randuares sangat berbangga hati, Karena di hari yg baik ini bisa menunaikan ibadah sholat jumat bersama dengan Bp. Kapolres Salatiga , Bp. Danramil Tingkir serta Bp Kapolsek Argomulyo beserta Jajaran kepolisian dan TNI.

Semoga Kita smua selalu diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Amin

Salam Persatuan dan Kesatuan Kumpulrejo Jaya