Berikut kami sampaikan surat edaran dari Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kota Salatiga perihal penyelenggaraan ibadah di Masjid dalam situasi darurat COVID-19 .




Menteri Agama, Fachrul Razi, didampingi sejumlah pihak terkait telah mengungkapkan hasil dari sidang isbat bahwa penenutuan awal puasa 1 ramdhan jatuh pada hari jumat Hasil sidang isbat, penentuan awal puasa 1 Ramadhan jatuh pada Jumat (24/4/2020).
Kami, tim admin dari website Kelurahan Kumpulrejo mengucapakan Marhaban ya Ramadhan , selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batim
Setelah Pengumuman dari Presiden Jokowi tentang Virus Corona yang sudah masuk ke Indonesia, dengan teridentifikasinya 2 warga Depok melalui media Nasional kemarin (2/3/2020), kita tidak perlu PANIC dan tetap waspada dengan berita yang ada. Tetap mengikuti saran dari Kementrian Kesehatan sesuai Standar WHO yang menerapkan SOP pencegahan dan penyebaran virus Corona. Bagaimana sikap kita merespon berita tersebut? Haruskah kita panik?


Perlukah kita panik menghadapi COVID-19?
Pertama pahami bagaimana SARS-CoV-2 virus penyebab COVID-19 ini menular dari orang ke orang. Virus ini menular melalui droplet, yaitu percikan ludah atau bersin seseorang yang positif. Jarak terjauh penularan melalui droplet ini adalah 1,8 meter. Jadi virus ini nggak terbang-terbang di udara. Makanya masker tidak disarankan sebagai langkah pencegahan. Justru yang harus dilakukan adalah rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol karena ada kemungkinan droplet menempel di tangan kita saat menyentuh benda-benda yang terkontaminasi droplet. Masker disarankan dipakai oleh seseorang yang positif SARS-CoV-2 untuk mencegah droplet menyebar.

Belum diketahui secara pasti berapa lama SARS-CoV-2 bisa hidup dipermukaan benda, tetapi virus Corona yang sebelumnya mampu hidup dipermukaan benda hingga 9 hari. Oleh karena itu permukaan benda di tempat umum perlu dilap lebih sering menggunakan desinfektan (lift, pegangangan.tangga, pegangan eskalator, dll).
Kedua, pahami fatality rate COVID-19 secara umum adalah sekitar 2,9%, jauh lebih kecil dibandingkan dengan MERS 37%, SARS 10% . Jika dilihat perkelompok umur maka semakin berumur risikonya semakin besar. Dan dari data menunjukkan kasus fatality lebih banyak terjadi pada pasien dengan penyakit penyerta sebelumnya (diantaranya adalah diabetes dan hipertensi).
Ketiga, pahami infectivitynya. SARS-CoV-2 memiliki infectivity 1,4-4,08 artinya seseorang yang positif bisa menularkan kepada 1-4 orang lainnya. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan SARS-CoV 1-2,75 dan MERS <1.
Keempat, pahami riwayat bepergian dan riwayat kontak dengan orang-orang yang baru bepergian dari negara yang tinggi kasus COVID-19.

Jadi kalau anda usia dibawah 60 tahun, tidak punya penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes, tidak ada riwayat bepergian atau kontak dengan orang yang bepergian ke negara yang wabah COVID-19, risikonya sangat kecil untuk tertular dan mengalami fatality.
Sekarang yang penting jaga kebersihan, cuci tangan dengan benar setiap kali habis memegang sesuatu, tutup hidung dan mulut jika batuk atau bersin, tidur cukup, makan cukup sayur buah, olah raga, hindari bepergian ke negara yamg sedang wabah dan jangan lupa berdoa.
Di musim hujan seperti ini justru kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) jauh lebih perlu diwaspadai.
Ingat, MEDIA sudah mengamplifikasi kasus COVID-19 ini sedemikian rupa sehingga tampak sangat berbahaya.
So…keep calm.. (dr. Lelitasari Danukusumo)
sumber : https://www.worldometers.info/coronavirus/coronavirus-age-sex-demographics/

Pemerintah Kota Salatiga membuka kesempatan kepada para Profesional untuk mengisi jabatan Direktur PD. Bank Salatiga.
informasi lengkap mengenai Persayaratan, Tahapan, Jadwal Waktu Pelaksanaan Seleksi, Tata Cara Pendaftaran, Tata Cara Pengiriman, dan Ketentuan Lain-lain dapat diunduh di sini

SALATIGA, KOMPAS.com – Warga Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga diharap waspada dengan ancaman bencana tanah longsor. Penyebabnya, ada beberapa titik rawan longsor seiring turunnya hujan beberapa hari belakangan ini. Lurah Kumpulrejo, Eska Bayu Sukmawan, mengatakan ancaman titik longsor terparah ada di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) dan jalan penghubung lingkungan Promasan dan Randures. “Untuk yang titik rawan longsor di JLS beberapa waktu lalu juga longsor, sudah dibangun penahan dan tanggul darurat,” jelasnya, Senin (20/1/2020). Baca juga: Ini 5 Faktor yang Sebabkan Longsor di Sukajaya Bogor Menurut PVMBG Meski sudah ada penahan tapi kerawanan tetap tinggi. Sebabnya, penahan tersebut hanya berukuran dua meter sementara tebingnya mencapai 25 meter. “Kalau ada longsor, pasti materialnya melompat sampai di jalan utama JLS yang menghubungkan Semarang-Solo, dulu itu ada batu besar yang menutup jalan,” paparnya. Sementara tanggul darurat terbuat dari bambu dan saat ini kondisinya sudah rusak karena termakan usia. Baca juga: Usai Tinjau Longsor, Wakapolri Pastikan Tindak Tambang Ilegal di Bogor “JLS ini jalan utama, dan titik rawan longsor tersebut pas putaran kendaraan yang akan ke arah Kopeng atau Magelang, kalau akhir pekan selalu padat kendaraan,” kata Bayu.
Continue reading “Tanggul Darurat Rapuh, Longsor Intai Jalan Lingkar Salatiga”